SMPN 1 KEMANG BERSAMA PEMERINTAH DESA TEGAL BERUPAYA MENEKAN ANGKA TIDAK SEKOLAH, KUOTA KELAS TERBUKA DITAMBAH

BOGOR, Suarakitanews.co.id  — Upaya menurunkan Angka Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan melalui kolaborasi antara SMP Negeri 1 Kemang dan Pemerintah Desa Tegal, Kabupaten Bogor. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

Di bawah kebijakan dan pertimbangan Kepala SMP Negeri 1 Kemang, Dr. Hj. Dini Kurniani, M.Pd., kuota kelas terbuka yang sebelumnya tersedia sebanyak dua kelas kini ditambah menjadi tiga kelas. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan akses sekolah dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga.

Dalam wawancara bersama awak media, Dini menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan harus tetap terbuka bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Yang menjadi keputusan kami adalah bagaimana untuk terus mengakomodir siswa yang tidak mampu bersekolah di swasta untuk kami tampung di kelas terbuka,” tutur Dini saat diwawancarai awak media terkait langkah yang menjadi perhatian publik tersebut.

Menurutnya, penambahan kuota kelas terbuka merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak agar tetap dapat menempuh pendidikan. Melalui kebijakan ini, diharapkan semakin banyak anak yang sebelumnya terkendala biaya memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama.

Pola Pembelajaran Tetap Setara dengan Kelas Reguler

Tidak hanya memperluas daya tampung, SMPN 1 Kemang juga menerapkan pola pembelajaran dan aktivitas siswa-siswi kelas terbuka yang tidak dibedakan dari kelas reguler.

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa siswa kelas terbuka tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti proses pendidikan dan aktivitas sekolah sebagaimana siswa lainnya. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi seorang anak untuk kehilangan kesempatan belajar dan mengembangkan potensinya.

Penyelenggaraan kelas terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung upaya pencegahan anak putus sekolah di wilayah Kecamatan Kemang dan sekitarnya.

Kolaborasi Desa dan Sekolah Menjadi Kunci

Upaya menekan Angka Tidak Sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, pemerintah desa, keluarga, hingga masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara SMPN 1 Kemang dan Pemerintah Desa Tegal, Kabupaten Bogor, menjadi bagian penting dari upaya mendorong agar anak-anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Peran pemerintah desa dalam mengenali kondisi warga, mengidentifikasi anak yang belum atau tidak lagi bersekolah, serta menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pihak sekolah dapat membantu memperkuat upaya penanganan ATS.

Melalui koordinasi dan kepedulian bersama, anak-anak yang menghadapi kendala ekonomi maupun hambatan lainnya diharapkan dapat memperoleh informasi dan akses terhadap alternatif pendidikan yang tersedia.

Pendidikan sebagai Hak Setiap Anak

Lebih lanjut Kepala Sekolah menyampaikan : “Langkah penambahan kuota kelas terbuka dari dua menjadi tiga kelas sebagai upaya kami untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, keberhasilan menurunkan Angka Tidak Sekolah juga memerlukan pemantauan berkelanjutan, pendataan yang akurat, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar “.

” Karena Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kepentingan bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat ” Pungkasnya.

Dengan komitmen SMPN 1 Kemang bersama Pemerintah Desa Tegal dan dukungan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak di wilayah tersebut dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Akses pendidikan yang terbuka dan setara menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi.

Rept. Iwang / Heri

Editor. Herman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *