DCF Siap Hangatkan Pengunjung dengan Tiga Panggung Utama.

BANJARNEGARA, Suarakitanews.co.id — Menjelang pembukaan Dieng Culture Festival (DCF) ke-16, panitia penyelenggara terus mematangkan kesiapan guna menyambut ribuan wisatawan yang diprediksi akan memadati kawasan dataran tinggi Dieng.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa sekaligus Koordinator Pelaksana DCF, Alif Faozi, menyampaikan bahwa seluruh tahapan teknis berjalan lancar sesuai rencana. Tahun ini, panitia memfokuskan kegiatan pada tiga panggung utama guna mendistribusikan kerumunan pengunjung sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal.

Tiga panggung utama tersebut dirancang dengan konsep dan segmentasi acara yang berbeda. Kompleks Candi Arjuna difungsikan sebagai zona budaya dan ruang terbuka yang dapat diakses gratis oleh masyarakat umum. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan aksi bersih lingkungan, pentas seni tradisi, pameran UMKM Banjarnegara, festival domba, hingga sarasehan Kongkow Budaya bersama Kiai Kanjeng dan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto.

Sementara itu, Area Gatotkaca disiapkan sebagai zona kreatif dan bisnis yang mewadahi Festival Kopi Nusantara, forum bisnis, seminar HAKI bersama Kementerian Hukum dan HAM, serta panggung Jazz Atas Awan Showcase yang menampilkan deretan musisi berbakat asal Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Adapun Area Pandawa menjadi panggung utama pertunjukan musik spektakuler dengan menghadirkan musisi papan atas nasional sebagai magnet penarik wisatawan muda.

*Kantong parkir*
Guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan serta mencegah potensi kemacetan selama perhelatan berlangsung, panitia berkolaborasi dengan warga lokal menyediakan 41 titik kantong parkir strategis. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Winarsono, melalui Plt Kepala Bidang Lalu Lintas, Margono, mengatakan, panitia telah menyiapkan sebanyak 41 titik lokasi parkir. Namun, Dishub Banjarnegara hanya mengelola tiga titik parkir.

“Dari panitia ada 41 titik parkir. Kalau kami dari Dishub mengelola tiga titik,” terang Margono ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, pengelolaan sebagian besar lokasi parkir dilakukan oleh masyarakat. Lokasi tersebut umumnya berada di warung-warung atau lahan milik warga yang berada di sekitar kawasan kegiatan. Panitia juga menerbitkan karcis sendiri sebagai bukti pembayaran retribusi parkir.

Ia menjelaskan, Dishub berperan mengarahkan titik-titik lokasi parkir guna mengantisipasi lonjakan kendaraan. Apabila seluruh lokasi parkir telah penuh, masih tersedia lokasi di ruas jalan dari Rest Area Geo Dipa ke bawah yang diperkirakan dapat menampung lebih dari 200 kendaraan.

“Kalau titik-titik parkir sudah penuh, masih ada satu ruas jalan yang bisa digunakan untuk parkir, yakni dari Rest Area Geo Dipa ke bawah,” katanya.

Margono mengimbau masyarakat yang menggunakan fasilitas parkir meminta karcis parkir kepada petugas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meminta bukti karcis parkir kepada petugas,” pesannya.

Untuk fasilitas publik, destinasi wisata, dan rest area, lahan parkir disiapkan di Shuttle Aswatama, Area Parkir Candi Bima, Telaga Warna 1 dan 2, Museum Kailasa 1, 2, dan 3, Taman Syailendra, Surya Yudha Rest Area (SYRA), Rest Area Dieng Wetan, hingga Basecamp Bukit Pangonan.

Kapasitas parkir juga diperkuat dengan pemanfaatan area terbuka seperti Lapangan Geodipa 1 dan 2, Lapangan Rikuwut Utara dan Selatan, serta Lapangan Belakang Sate Sang Aji. Khusus pengendara sepeda motor, panitia menyediakan titik parkir tersendiri di Lapangan Utara Simpang 3 samping Tani Jiwo.

Selain itu, sarana pendidikan, lembaga perbankan, dan tempat ibadah turut difungsikan sebagai kantong parkir, antara lain Halaman SDN 1 Dieng Kulon, Halaman SDN 2 Dieng Kulon, BRI Unit Dieng, Ex-BNI Dieng, Mushola Ashofiyah, dan Masjid Jami Baiturrohman Dieng Wetan.

Sejumlah titik usaha kuliner, pusat oleh-oleh, hingga penginapan warga juga disiagakan untuk menampung kendaraan pengunjung. Lokasi tersebut meliputi Dieng Food Court, Purasaba Coffee Shop, Mikroba Kedai Kopi, Red Paprika Dieng, Kedai Mie Ongklok Dieng Kulon, Bebek & Ayam Kampung Mas Budi, Bakso Kita, area Belakang Bakso Kita, serta area Belakang Sate Sang Aji. Dukungan titik parkir lainnya berada di Kalingga Oleh-Oleh, Platinum Oleh-Oleh, Pusat Oleh-Oleh Saerah 1, Depan Saerah 2, Tiga Mahkota, Homestay Camelia, area Depan Sare House, Depan Geodipa, hingga halaman Rumah Pak Slamet.

Melalui penataan zona panggung yang terarah serta kesiapan kantong parkir yang matang, panitia berharap perhelatan budaya tahunan ini tidak hanya sukses menyuguhkan hiburan yang tertib dan nyaman, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di Banjarnegara dan sekitarnya.

Rept:Haris

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *