PT Wira Karya Wasesa bermitra dengan PT Asuransi Bhakti Bhayangkara dalam mendorong peningkatan akses dan pelayanan perlindungan asuransi masyarakat melalui produk AKDA EXTRA.
Memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan tidak cukup sekadar memperbanyak produk dan peserta. Tantangan yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memahami produk yang dibeli, mengetahui manfaat dan ketentuan yang berlaku, serta benar-benar memperoleh perlindungan ketika risiko terjadi.
Persoalan tersebut menjadi penting di tengah upaya memperkuat ekonomi kerakyatan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu sektor yang memiliki peran dalam memberikan perlindungan ekonomi masyarakat adalah industri asuransi.
PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB) terus mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan melalui berbagai kegiatan sosialisasi di sejumlah wilayah.
Program tersebut antara lain menyasar masyarakat di tingkat komunitas dan desa melalui pengenalan produk asuransi mikro AKDA EXTRA, yaitu produk perlindungan kecelakaan diri yang dirancang sederhana, terjangkau, dan mudah diakses.
Kegiatan edukasi dan inklusi keuangan juga dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Subang, Karawang, dan Tangerang. Pendekatan berbasis komunitas diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya perlindungan keuangan hingga ke tingkat masyarakat akar rumput.
Namun, keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari banyaknya masyarakat yang mengikuti sosialisasi atau menjadi peserta.
Bukan Sekadar Aktivasi, Tetapi Pelayanan yang Nyata
Dalam pengembangan AKDA EXTRA, aspek aktivasi kepesertaan dan pelayanan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
Masyarakat harus memperoleh kepastian bahwa setelah mendaftar, kepesertaannya benar-benar aktif dan dapat memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, informasi mengenai proses aktivasi, masa berlaku perlindungan, manfaat, pengecualian, hingga tata cara memperoleh layanan harus disampaikan secara jelas dan mudah dipahami.
Bagi masyarakat, kepastian tersebut sangat penting. Jangan sampai masyarakat telah memiliki kepesertaan, tetapi tidak memahami kapan perlindungan mulai berlaku atau bagaimana prosedur yang harus dilakukan ketika mengalami risiko.
Pelayanan dan Klaim Menjadi Ujian Utama
Ukuran keberhasilan perlindungan asuransi pada akhirnya akan terlihat ketika peserta mengalami musibah dan membutuhkan manfaat perlindungan.
Dalam kondisi tersebut, proses pelayanan dan pengajuan klaim menjadi bagian yang sangat menentukan.
Peserta perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai dokumen yang dibutuhkan, tahapan pengajuan klaim, tempat atau saluran pelayanan, serta estimasi proses penyelesaiannya sesuai ketentuan polis.
Pelayanan yang mudah dipahami dan responsif akan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebaliknya, prosedur yang sulit dipahami dapat menimbulkan keraguan terhadap manfaat perlindungan yang telah dimiliki.
Karena itu, peningkatan pelayanan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penambahan jumlah peserta, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pendampingan ketika membutuhkan hak perlindungannya.
Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Jumlah Peserta
Publik tentu berharap program inklusi keuangan dapat memberikan dampak yang nyata.
Berapa masyarakat yang berhasil dijangkau?
Berapa kepesertaan AKDA EXTRA yang berhasil diaktivasi?
Seberapa mudah masyarakat memperoleh informasi mengenai manfaat perlindungan?
Bagaimana pelayanan ketika peserta membutuhkan bantuan?
Dan bagaimana proses pengajuan serta penyelesaian klaim bagi peserta yang mengalami risiko?
Pertanyaan tersebut penting karena kualitas inklusi keuangan tidak berhenti pada saat masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta. Kualitas perlindungan justru diuji ketika masyarakat benar-benar membutuhkan manfaat asuransi.
Proteksi Harus Terasa Saat Risiko Datang
Asuransi mikro memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan yang terjangkau bagi masyarakat. Namun, keterjangkauan premi harus berjalan beriringan dengan transparansi informasi, aktivasi yang jelas, pelayanan yang baik, serta mekanisme klaim yang mudah dipahami.
Langkah PT Asuransi Bhakti Bhayangkara dalam memperluas edukasi dan akses melalui AKDA EXTRA patut diapresiasi. Pada saat yang sama, peningkatan kualitas pelayanan, kepastian aktivasi kepesertaan, dan kemudahan proses klaim menjadi bagian penting untuk memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sebab, inklusi keuangan yang sesungguhnya bukan sekadar membuat masyarakat menjadi pengguna produk keuangan.
Lebih dari itu, masyarakat harus memperoleh perlindungan yang nyata, pelayanan yang baik, informasi yang transparan, serta akses klaim yang jelas ketika risiko terjadi.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan inklusi asuransi sangat sederhana: ketika risiko benar-benar datang, apakah masyarakat merasa terlindungi dan mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan?
Di situlah komitmen terhadap inklusi keuangan dan perlindungan masyarakat benar-benar diuji.
Rept. Al Jupri
Editor. HW












Leave a Reply