Angkat Potensi Indikasi Geografis, Dataran Tinggi Dieng Disiapkan Jadi Percontohan Nasional GI Tourism

Suarakitanews.co.id – Kawasan Dataran Tinggi Dieng terpilih menjadi pilot project pertama di Indonesia untuk pengembangan Geographical Indication (GI) Tourism atau Pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG). Guna mendukung hal tersebut dilakukan trial trip atau uji jalur GI Tourism di Kawasan Dieng yang mencakup wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.

Hal ini terungkap saat forum diskusi tim Pilot Project GI Tourism Indonesia yang melibatkan Kementerian Hukum RI, pemerintah kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, pelaku usaha pariwisata, media, serta masyarakat perlindungan GI (MPGI) di Bukit Scooter Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Selasa Malam (23/9/2026).

Ketua Pilot Project GI Tourism Indonesia, Kristiono Hadi Pranoto, menjelaskan selama tiga hari dua malam, mulai tanggal 21 – 23 September 2026 tim GI Tourism Indonesia melakukan uji jalur wisata di Kawasan Dieng. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan peluncuran GI Tourism Indonesia yang rencananya akan diperkenalkan secara global pada forum internasional di Bali tanggal 6 – 7 Oktober 2026 mendatang.

Ia menjelaskan, program ini dirancang untuk menawarkan pengalaman wisata minat khusus berbasis produk unggulan berindikasi geografis. Melalui model wisata ini, wisatawan diajak untuk menyelami asal-usul, cerita, serta proses pembuatan produk secara langsung di tempat asalnya.

“Kawasan Dataran Tinggi Dieng ini dipilih sebagai pilot project nasional karena memiliki lanskap geografis yang kuat, keindahan alamnya, budaya dan tiga produk IG unggulan, di Banjanegara ada Kopi Arabika Pegunungan Dieng dan di Wonosobo ada Carica serta Purwaceng,” terangnya

Dalam uji jalur wisata ini, tim juga mengeksplorasi destinasi tersembunyi atau hidden gems di Kawasan Dieng. Salah satu konsep unik yang diperkenalkan adalah Dieng Kopi Ritual, wisatawan diajak masuk ke kebun kopi untuk melihat langsung proses penanaman, perawatan, pengolahan hingga menikmati produknya. Saat menikmati kopi, wisatawan akan disuguhi pengalaman menikmati kopi dan hidangan khas berlatar keindahan alam di Candi Dwarawati.

“Jadi nanti wisatawan tidak hanya mendapatkan edukasi dari prosesnya tapi juga mendapatkan pengalaman tak terlupakan dari kunjungan wisatanya,” ujarnya

Direktur Merek dan Indikasi Geografis Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI, Fajar Sulaeman Taman menyampaikan, pengembangan wisata berbasis IG ini bertujuan untuk mentransformasi produk indikasi geografis menjadi sebuah pengalaman wisata yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

​”Wisatawan akan lebih dekat dengan produk sekaligus budaya dan masyarakat yang berada di balik produk tersebut. Kedatangan para wisatawan ini juga nantinya diharapkan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Fajar.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyambut baik penunjukan Dieng sebagai proyek percontohan nasional ini. Menurutnya, konsep GI Tourism tidak hanya membawa wisatawan berkunjung ke destinasi alam, tetapi juga merajut seluruh ekosistem pariwisata yang ada.

“Wisatawan yang datang ke sini tidak hanya mengunjungi tempat wisata, tetapi juga beraktivitas dan menyatu dengan kultur budaya masyarakat Dieng, kulinernya, hingga oleh-oleh khasnya,” ujarnya

Wabup pun menilai, konsep wisata ini akan semakin memperkuat sinergitas antar wilayah, khususnya Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Melalui sinergi ini maka seluruh entitas masyarakat, sumber daya alam dan kebudayaan dipadukan untuk memberikan nilai tambah yang layak membawa pariwisata Dieng ke kancah internasional.

“Dua daerah mendapatkan manfaat dari ini. Jadi nanti tidak perlu ada perdebatan Dieng Banjarnegara atau Dieng Wonosobo. Keduanya saling melengkapi dan bersama-sama memajukan potensi yang ada,” tegasnya.**

Rept:Haris

Editor. Herman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *