KARAWANG, 12 Agustus 2026 — Jembatan Cicangor yang berada di jalur utama Loji, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai dibangun kembali setelah sebelumnya rusak parah akibat diterjang banjir bandang pada tahun 2025.
Jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Kampung Kerajan, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan, dengan Kampung Cicangor, Desa Taman Sari, Kecamatan Pangkalan. Kerusakan jembatan sempat mengganggu akses masyarakat dari kawasan Pasar Loji menuju Karawang kota dan sejumlah wilayah lainnya.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas warga, Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah membuat jembatan sementara. Namun, jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan kecil dan pengguna jalan harus bergantian karena kapasitasnya terbatas.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pekerjaan Penggantian Jembatan Cicangor dengan nilai kontrak sebesar Rp37.094.734.908,78.
Adapun informasi pekerjaan tersebut sebagai berikut:
- Nama kegiatan: Paket Pekerjaan Konstruksi
- Nama pekerjaan: Pekerjaan Penggantian Jembatan Cicangor
- Nilai kontrak: Rp37.094.734.908,78
- Nomor kontrak: 160/PUR.08.01/JBT.CC/KTR/PPK/PJ2WP.III
- Tanggal kontrak: 28 April 2026
- Sumber dana: APBD Provinsi Jawa Barat
- Tahun anggaran: 2026
- Lokasi kegiatan: Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang
- Waktu pelaksanaan: 225 hari kalender
- Penyedia jasa: PT Lestari Asi Sejahtera
- Konsultan: PT Berdikari Konsultan KSO
Dengan nilai anggaran yang cukup besar tersebut, masyarakat berharap pembangunan jembatan dikerjakan dengan memperhatikan kualitas dan kekuatan konstruksi sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah seorang warga Kampung Cicangor yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kerusakan jembatan akibat banjir bandang sangat berdampak terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar.
“Semenjak Jembatan Cicangor rusak akibat musibah banjir bandang, perekonomian kami sebagai masyarakat sangat terdampak,” ujarnya kepada tim liputan.
Sementara itu, saat tim liputan mendatangi lokasi proyek dan bersilaturahmi dengan pihak manajemen, Humas PT Lestari Asi Sejahtera, Asep, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan telah dimulai sejak April 2026.
Menurut Asep, apabila tidak terdapat kendala berarti, pembangunan Jembatan Cicangor ditargetkan selesai pada Desember 2026 sesuai jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan.
“Pembangunan Jembatan Cicangor dimulai pada April 2026. Insyaallah kalau tidak ada halangan, bulan Desember bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” kata Asep.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan sempat menghadapi kendala teknis, khususnya saat melakukan pengeboran untuk tiang pancang.
“Kami ada kendala saat pengeboran untuk tiang pancang karena kondisi bawah tanah berbatu. Jadi, kami harus menggunakan mata bor khusus,” jelasnya.
Di tempat terpisah, salah seorang pedagang di sekitar proyek, Paisal, menyambut baik pembangunan kembali Jembatan Cicangor. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi kelancaran akses masyarakat sekaligus pemulihan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Loji.
“Saya sebagai warga sangat senang dengan adanya pembangunan Jembatan Cicangor. Ke depan, akses dari Pasar Loji menuju Karawang kota dan sekitarnya bisa kembali lancar, sehingga perekonomian masyarakat dapat berputar seperti dulu lagi,” ujar Paisal.
Namun, di sisi lain, sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi proyek juga mengaku mengalami penurunan omzet selama proses pembangunan berlangsung.
“Omzet penjualan saya anjlok. Saya harus mengadu kepada siapa? Mungkin selama proyek belum selesai, bagaimana nasib kami sebagai pedagang?” keluh salah seorang pedagang.
Pembangunan Jembatan Cicangor diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan akses transportasi masyarakat, tetapi juga mampu menghidupkan kembali roda perekonomian warga sekitar.
Tim liputan berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai spesifikasi dan jadwal yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kualitas konstruksi, serta kondisi sosial dan perekonomian masyarakat yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung.
(Tim Liputan)
Editor. HW












Leave a Reply