MBG Parung Disorot: Wali Murid Keluhkan Ayam Berbau hingga Timun Busuk

0

Suarakitanews.co.id, Bogor – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan dari wali murid terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada siswa. Temuan ayam berbau hingga timun busuk dalam paket makanan memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan kualitas dalam pelaksanaan program tersebut.

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang wali murid salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Parung yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku beberapa kali memperhatikan menu makanan yang diterima anaknya dan menilai sebagian di antaranya tidak layak dikonsumsi.

Dalam pesan yang disampaikannya kepada pihak sekolah, wali murid tersebut meminta agar pihak pengelola MBG lebih memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

“Mohon anak-anak kami diberikan makanan yang baik. Karena kalau diberikan yang buruk dan terjadi apa-apa pada anak-anak kami, maka yang paling berdampak adalah pihak sekolah. Beberapa bulan belakangan saya memang cek betul apa saja yang didapat anak saya. Beberapa kali saya lihat tidak layak dimakan. Hari ini juga timunnya busuk tapi masih dimasukkan,” tulis wali murid tersebut dalam pesannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola dapur MBG sebagai bagian dari fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial serta memastikan informasi yang beredar tetap berimbang.

Saat dikonfirmasi, Lutfi selaku penanggung jawab operasional MBG pada Jumat (27/2/2026) membenarkan adanya laporan terkait aroma pada menu ayam yang dibagikan kepada siswa.

“Iya, memang ada laporan soal bau. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Yayasan pengelola dapur MBG, Pak Jul, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki unsur kesengajaan dalam pendistribusian makanan kepada siswa.

“Kami tidak ingin anak-anak menerima makanan yang tidak layak. Jika ada kekurangan, tentu akan kami perbaiki,” tegasnya.

Pihak pengelola menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi makanan sebelum dibagikan ke sekolah-sekolah penerima program.

Sebelum berita ini diterbitkan, awak media juga telah mengirimkan materi konfirmasi kepada pihak pengelola sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan tambahan yang disampaikan.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi mengenai adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat menu makanan tersebut. Meski demikian, kejadian ini memunculkan perhatian masyarakat agar pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program MBG dapat dilakukan lebih ketat demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Rept. Red/IW

Editor. HW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *