ASTAGATRA RI Gelar Silatnas dan Pelantikan, Perkuat Ekosistem Haji-Umrah Nasional

0

Jakarta, Suarakitanews.co.id — Asosiasi Ekosistem Pariwisata Penyelenggara Travel Umrah Haji Republik Indonesia (ASTAGATRA RI) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Ballroom Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi nasional sekaligus menegaskan peran ASTAGATRA RI sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam industri haji, umrah, dan pariwisata halal di Indonesia.

Selain pengukuhan kepengurusan organisasi, agenda ini juga ditandai dengan peresmian Koperasi ASTAGATRA RI sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi anggota.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Perdagangan, serta mitra internasional seperti Malaysia Tourism, maskapai penerbangan internasional, dan asosiasi terkait. Kehadiran mereka memperkuat posisi ASTAGATRA RI sebagai jembatan kolaborasi nasional dan global.

ASTAGATRA RI hadir sebagai mitra aktif pemerintah, khususnya dalam mendukung program Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Perdagangan dalam membangun sistem industri yang profesional, terintegrasi, dan berbasis syariah.

Ketua Umum ASTAGATRA RI, Rizky Sembada, menyampaikan bahwa Silaturahmi Nasional ini merupakan langkah awal dalam memperkuat fondasi organisasi sekaligus ekosistem industri.

“Silaturahmi Nasional ini adalah titik awal konsolidasi besar kita. ASTAGATRA RI tidak hanya hadir sebagai asosiasi, tetapi sebagai ekosistem kolaboratif lintas sektor yang terhubung dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelantikan DPP dan DPD menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan organisasi secara nasional.

“Dengan terbentuknya kepengurusan pusat dan daerah, kami ingin memastikan gerakan ASTAGATRA RI berjalan terstruktur, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat,” katanya.

Terkait peresmian koperasi, Rizky menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk konkret penguatan ekonomi anggota.

“Koperasi ASTAGATRA RI adalah bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi anggota. Ini menjadi langkah nyata agar ekosistem yang dibangun tidak hanya terhubung, tetapi juga saling menguatkan secara ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika industri haji dan umrah yang terus berkembang.

“Kami ingin industri ini tumbuh sehat, berkeadilan, dan saling melindungi. ASTAGATRA RI siap berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun tata kelola yang lebih profesional dan transparan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ASTAGATRA RI juga memaparkan delapan alasan strategis bagi pelaku usaha untuk bergabung, di antaranya ekosistem bisnis nasional terpadu lintas sektor, perlindungan dan advokasi usaha, akses jaringan hingga ke 70.000 desa melalui APDESI, serta peluang kolaborasi dan pengembangan usaha.

ASTAGATRA RI membangun ekosistem terintegrasi yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pariwisata internasional, umrah dan haji, transportasi, tiketing dan perhotelan, produk halal, logistik, keuangan syariah, hingga pengembangan sumber daya manusia dan pengawasan penyelenggara.

Melalui kegiatan ini, ASTAGATRA RI menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak kolaborasi nasional dalam membangun ekosistem industri haji dan umrah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Rept. A. Rinaldis

Editor. Herman Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *