Aroma Rekayasa Pilkades Tanjungmekar Mencuat, Aliansi LSM dan Ormas Siap Bongkar Dugaan Permainan Oknum Kecamatan
Karawang, Suarakitanews.co.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang digelar pada 28 Desember 2025, kini diselimuti aroma rekayasa dan dugaan permainan kekuasaan. Aliansi LSM dan Ormas Kecamatan Pakisjaya menyatakan siap menyeret dugaan aktor di balik layar ke ranah hukum, menyusul temuan kejanggalan serius sejak tahapan awal hingga hari pemungutan suara.
Aliansi menilai Pilkades tersebut tidak sekadar bermasalah, tetapi diduga kuat telah dikondisikan secara sistematis, terutama melalui permainan administrasi dan keberpihakan aparatur.
Ketua PAC Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Pakisjaya, Dede Bahrudin, secara terbuka menyebut Pilkades Tanjungmekar sarat kejanggalan yang sulit ditoleransi.
“Sejak awal kami sudah mencium kejanggalan. DPT yang direkrut Panitia 11 tidak sinkron dengan data kecamatan. Setelah dicocokkan, angkanya masih selisih. Ini bukan kebetulan, ini indikasi kuat adanya pengondisian,” tegas Dede kepada wartawan, (10/1/2026).
Dede bahkan menyebut adanya dugaan campur tangan berlebihan Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Pakisjaya yang dinilai telah keluar dari fungsi pengawasan dan masuk ke wilayah teknis Pilkades.
“Kasipem kami duga terlalu jauh ikut campur, dari tahapan sampai pemungutan suara. Kalau aparatur sudah ikut mengatur, lalu di mana netralitas? Ini patut dicurigai,” kecamnya.
Pernyataan keras juga datang dari Ketua Aliansi LSM Banaspati, Bunawi, yang mengaku geram atas narasi di sejumlah media online yang menyebutkan pihak kecamatan telah bekerja sesuai aturan.
“Narasi itu menyesatkan publik. Fakta lapangan justru menunjukkan dugaan keberpihakan. Jangan seolah-olah semuanya bersih, padahal indikasi pelanggaran begitu telanjang,” ujar Bunawi tajam.
Menurut Bunawi, Aliansi tidak akan terjebak pada perang opini. Seluruh temuan telah dikemas dalam bentuk data, dokumen, dan keterangan saksi yang siap dibuka di hadapan aparat penegak hukum.
“Kami siap lapor ke Polres Karawang. Kami siap hadirkan saksi. Semua temuan kami berbasis pantauan dan investigasi lapangan, bukan cerita karangan. Kalau ada yang bilang ini sesuai aturan, biar hukum yang membuktikan,” katanya.
Aliansi bahkan menyebut dugaan keberpihakan kepada salah satu calon kepala desa sebagai bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi desa.
“Kalau Pilkades dikondisikan, itu bukan demokrasi, itu perampokan hak pilih warga. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Bunawi.
Aliansi LSM dan Ormas Kecamatan Pakisjaya memastikan tidak akan berhenti pada pernyataan sikap semata. Langkah hukum akan ditempuh hingga tuntas demi membuka apa yang mereka sebut sebagai borok Pilkades Tanjungmekar.
“Kami tidak akan mundur. Ini bukan soal menang atau kalah, ini soal kejujuran dan masa depan demokrasi desa,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Pakisjaya dan oknum Kasipem yang disebut belum memberikan klarifikasi resmi dari pihak Panitia 11 dan Kecamatan maupun DPMD Kabupaten Karawang.
(Red)
Editor. Herman
