Bogor,suarakanewus/ Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor untuk menyaksikan sekaligus mengawal Kirab Merah Putih dalam rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11, Minggu (9/8/2026).
Kirab tersebut membentangkan dan mengarak lima bendera Merah Putih raksasa dengan total panjang sekitar 500 meter. Rangkaian kirab berlangsung dari kawasan Tugu Kujang, melintasi Jalan Otista dan Jalan Juanda, kemudian berakhir di Jalan Sudirman hingga kawasan Pusdikkzi Bogor.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto turut hadir dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 3.200 peserta dari berbagai elemen masyarakat Kota Bogor tersebut.
Kirab Merah Putih menjadi salah satu agenda utama FMP ke-11 untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain memperkuat semangat nasionalisme, kegiatan ini menjadi ajang mempererat persatuan dan gotong royong masyarakat.
Wamendagri Bima Arya berfoto bersama warga Bogor di acara Kirab Merah Putih. Minggu (9/8) Foto : dok
Bima Arya mengatakan, konsistensi pelaksanaan Festival Merah Putih selama 11 tahun menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat Kota Bogor.
Menurutnya, kekompakan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa yang semakin kompleks.
“Tradisi ini bisa berjalan 11 tahun karena ada dukungan dari semua dan berkolaborasi. Unsur pemerintahnya solid, dengan warga juga kompak. Saat ini, kita membutuhkan kebersamaan ini lebih dari masa-masa sebelumnya, karena kita punya tantangan yang berat dan punya target-target juga yang tidak mudah,” tegas Bima Arya.
Bima menegaskan, semangat yang dibangun melalui Kirab Merah Putih tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai persatuan dan gotong royong harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat Kirab Merah Putih ini harus berjalan paralel dengan keseharian warga dan pemerintah,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan Kementerian Dalam Negeri mendorong daerah lain menggelar kegiatan serupa, Bima menyebut setiap daerah memiliki karakter dan kearifan lokal yang berbeda.
Ia mengatakan Presiden telah menginstruksikan agar peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dimeriahkan melalui pesta rakyat. Namun, bentuk kegiatan dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah.
“Banyak juga di daerah-daerah yang melaksanakan kirab seperti ini, tapi kan tidak semua daerah formatnya sama. Harapannya mungkin semua bisa melaksanakan perayaan, tapi intinya bukan pada kirabnya, melainkan intinya adalah semangat kebersamaan,” kata mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Semangat kebersamaan itu terlihat dalam Kirab Merah Putih FMP ke-11. Lima bendera raksasa, masing-masing berukuran sekitar 100 meter, dibentangkan dan diarak secara gotong royong dari kawasan Tugu Kujang menuju Jalan Sudirman hingga kawasan Pusdikkzi Bogor.
Ketua Umum FMP 2026, Syahrial M. Said, mengatakan lima bendera raksasa tersebut memiliki makna simbolis yang merepresentasikan lima sila dalam Pancasila.
Pengarakan lima bendera tersebut melibatkan sekitar 60 elemen masyarakat Kota Bogor.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut lebih dari 3.200 peserta ambil bagian dalam Kirab Merah Putih tahun ini.
Menurut Dedie, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana memperkuat nasionalisme dan persatuan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kirab.
Kirab Merah Putih FMP ke-11 menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan di Kota Bogor yang mengedepankan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Ribuan peserta dan warga turut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui persatuan dan gotong royong.
Editor, Iwang












Leave a Reply