BANJARNEGARA, Suarakitanews.co.id – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Banjarnegara kembali menggelar wisuda Pawiyatan Panatacara dan Pamedhar Sabda. Sabtu (1/8/2026) telah diwisuda 66 siswa angkatan XIII dalam prosesi Purna Wiyata Permadani di Pendapa Dipayudha Adigraha.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat, sarat nuansa budaya Jawa diiringi Karawitan Permadani Ngumandhang pimpinan Ki Turyan. Penyematan samir dan penyerahan sertifikat (partisara) dilakukan oleh Supriyanto SKM M.Kes dari DPW Permadani Jawa Tengah bersama Ketua DPD Permadani Banjarnegara Ki Bagong Sugiyanto.
Ketua DPD Permadani Banjarnegara Ki Bagong Sugiyanto, mengatakan Purna Wiyata merupakan puncak proses pendidikan. Menurut Bagong, selama enam bulan siswa mengikuti pendidikan meliputi penguasaan kepanatacaraan dengan pembentukan karakter berbasis budaya Jawa. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah melewati ujian teori (pendadaran sinerat) maupun praktik (pendadaran paragan).
Selama 6 bulan itu, siswa memperoleh materi basa dan sastra Jawa, kepanatacaraan, pamedhar sabda, ngadi busana, renggeping wicara, tata krama, adat Jawa, tembang gendhing hingga ngadi salira dan ngedi busana. Bagong menambahkan, Permadani juga membentuk pribadi yang berakhlak, beretika, dan memiliki tanggung jawab melestarikan budaya Jawa.
“Permadani bukan hanya mencetak pembawa acara berbahasa Jawa yang andal. Di Permadani kami membentuk pribadi yang mampu menjadi teladan dalam menjaga unggah-ungguh, etika, dan siap menjadi pelestari budaya bangsa,” ujarnya.
Hadir mewakili Bupati, Kuat Heri Isnanto SH MH Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Permadani dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan budaya Jawa kepada generasi muda melalui pendidikan yang berkesinambungan.
Menurutnya, filosofi Tri Niti Yogya yang menjadi landasan pendidikan Permadani mengajarkan pentingnya hidup rukun, mengutamakan pengabdian, serta membangun karakter yang santun dan berbudaya.
“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Banjarnegara dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis dan berakar pada kearifan lokal. Kami berharap Permadani akan semakin berkembang dan diterima di hati masyarakat,” ungkapnya.
*Pengukuhan pamong dan siswa unggulan*
Usai wisuda juga dilakukan pengukuhan DPD Pamong Permadani Banjarnegara masa bhakti 2026-2031, yang masih dipimpin oleh Bagong Sugianto selaku ketua. Selanjutnya, panitia juga menetapkan Rahayu Hamurwani, yang masih berstatus pelajar, sebagai Siswa Pinunjul Angkatan XIII.
Selain itu, Permadani juga menganugerahkan ‘Warga Kinurmat’ kepada 5 tokoh sebagai bentuk penghargaan terhadap pelestarian budaya Jawa melalui kegiatan Permadani, yakni : Saiful Hadi S Ikom (anggota DPRD Jawa Tengah), Kepala Dinas Kominfo Sagiyo SIP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Izak Danial Aloys SSTP M.Si, Kepala SMA Negeri 1 Bawang, Sudarto S.Pd MM, serta Kabid Kebudayaan, Kuat Hery Isnanto SH MH
Pangarsatama Permadani Pusat Prof. Suyitno Yoga Pamungkas, M.Pd turut mengapresiasi keberhasilan DPD Permadani Banjarnegara yang dinilai konsisten menyelenggarakan pawiyatan hingg angkatan (bregada) ke-13 ini, dan mampu melahirkan kader-kader pelestari budaya di tengah arus modernisasi.
Ia berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah lulus, tetapi terus mengembangkan kemampuan sebagai panatacara, pamedhar sabda, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga bahasa, tata krama, dan budaya Jawa di lingkungan masing-masing.
Para siswa yang telah diwisuda mempersembahkan panembrama dan Lancaran “Permadani Kuncara” sebagai ungkapan syukur sekaligus simbol kesiapan mereka mengabdikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat.
Wisudawan Pejawaran, Sukur, mengucapkan rasa syukur telah diwisuda dalam pawiyatan Permadani. Niatnya untuk belajar memahami bahasa dan budaya Jawa terjawabkan.
“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa belajar di Permadani. Semoga nanti ilmunya bisa bermanfaat, baik di lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat luas, untuk bersama melestarikan budaya Jawa,” harap Sukur.
Wisuda Permadani tahun ini berlangsung lebih meriah karena dihadiri undangan dari berbagai unsur antara lain DPP Permadani, DPW Jawa Tengah, berbagai organisasi dan komunitas seni seperti Dewan Kesenian, Pepadi, Parikesit Bangga, Tlasih 87, Papanbara, Assikbara, PNT, BASIC, Harpi Melati, Wanita Bersanggul, Bunda Milenial, dan banyak lagi.
Rept :Haris
editor. Herman Wahyudi












Leave a Reply